Internalisasi Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI di SMA Al-Biruni Cerdas Mulia Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.15575/ath.v6i1.11702Keywords:
Internalisasi, Nilai-Nilai Moderasi dan Pembelajaran PAIAbstract
Abstract: This study explains the concept of internalizing the values of religious moderation in Islamic Education learning at SMA Cerdas Mulia Bandung. Moderation is very important to be applied in everyday life to uphold unity, benefit, goodness and world peace. One of the efforts to establish religious moderation can be applied through education, namely the inclusion of religious moderation values in Islamic Islamic education learning in schools. This study used a qualitative field approach using analytical descriptive methods. The data collection techniques of this study were interviews, observation and documentation, while the respondents of this study were addressed to Islamic Education teachers and students of SMA Cerdas Mulia Bandung. The results of this study explain that the internalization of religious moderation values can be developed through Islamic Education learning, then it can be applied through religious coaching which is carried out through planning, implementing and evaluating Islamic Education learning so that finally the students' religious moderation is formed.
Â
Abstrak: Penelitian ini menjelaskan konsep internalisasi nilai-nilai moderasi beragama pada pembelajaran PAI di SMA Cerdas Mulia Kota Bandung. Moderasi sangat penting diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari untuk menjunjung tinggi persatuan, kemaslahatan, kebaikan dan perdamaian dunia. Salah satu upaya dalam membentuk moderasi beragama dapat diaplikasikan melalui pendidikan yakni memasukan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran PAI di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan menggunakan metode deskriptif analitik. Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan respoden penelitian ini ditujukan kepada guru PAI dan siswa SMA Cerdas Mulia Kota Bandung. Hasil penelitain ini menjelaskan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dapat dikembagnkan melalui pembelajaran PAI, kemudian dapat diaplikasikan melalui pembinaan keagamaan yang dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran PAI sehingga akhirnya terbentuklah sikap moderasi beragama peserta didik.
References
Akhmadi, A. (2019). Moderasi Beragama Dalam Keragamaan Indonesia. Inovais Diklat Keagamaan, 13(2), 45.
Anshari, E. S. (2004). Wawasan Islam, Pokok-Pokok Pikiran Tentang Paradigma dan Sistem Islam. Jakarta: Gema Insani.
Ardiansyah, A. (2013). Majalah Pendidikan. Retrieved from http://www/majalahpendidikan.com/2001/04/proses-internalisasi-nilai.html.
Busyro, Ananda, & Hari, A. (2019). Moderasi Islam (Wasathiyah) di Tengah Pluralisme Agama Indonesia. Fuadana : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan, 3(1), 1-12.
Chatib, T. (1996). Kapita Selekta Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fahri, & Zainur. (2019). Moderasi Beragama di Indonesia. Intizar, 25(2), 95.
Fauzi. (2018). Moderasi Islam untuk Peradaban dan Kemanusiaan. Islam Nusantara, 2(2), 232.
Hanafi, M. M. (2009). Konsep Al-Wasthiyah dalam Islam. Harmoni Jurnal Multikultural dan Multireligious, 8(1), 40.
Hiqmatunnisa, Zafi, & Ashif. (2020). Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Islam Dalam Pembelajaran Fiqih Di PTKIN Menggunakan Konsep Problem Basic Learning. JIPIS, 29(1), 27.
Junaidi, E. (2019). Inilah Moderasi Beragama Perspektid Kemenag. Harmoni, 18(2), 182.
Kosasih, E. (2019). Literasi Media Sosial dalam Pemasyarakatan Sikap Moderasi Beragama. Bimas Islam, 12(2), 264.
Mulyana, R. (2012). Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta.
Nurdin, & Naqqiyah. (2019). Model Moderasi Beragama Berbasis Pesantren Salaf. slamica: Jurnal Studi Keislaman, , 14(1), 82.
Purwanto, Qowaid, & Fauzi. (2019). Internalisasi Nilai Moderais Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum. Edukais, 2.
Qardhawi, Y. (1983). Al-Khosois al-Amah Li Al-Islam diterjemahkan Rofi Munawar. Surabaya: Risalah Gusti.
Shihab, M. Q. (2000). Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2004). Wawasan Al-Qir'an, Tafsir Maudhu'i atas Berbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.
Sudarsono. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Suprapto, E. A. (2020). Wacana Moderasi Beragama Di Media Online (Analisis Wacana Moderasi Beragama Di Media Kompas. IAIN: Doctoral Disertasi.
Sutrisno. (2019). Aktualisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 323.
Syatar, Abdul, & Amiruddin. (2018). Darurat Moderasi Beragama Di Tengah Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Kuriositas : Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, 13(1), 1-13.
Wibowo. (2019). Kampanye Moderasi Beragama di Facebook: Bentuk dan Strategi Pesan. Edugama: Jurnal Kependidikan dan sosial keagamaan, 5(2), 85.
Winata, Sudajat, & Yuniarsih. (2020). Peran Dosen Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Untuk Mendukung Program Moderasi Beragama. Jurnal Pendidikan, 8(2), 98.
Zamimah, I. (2008). Moderatisme Islam dalam Konteks Keindonesiaan (Studi Penafsiran Islam Moderat M. Quraish Shihab. Jurnal Al-Fanar Ilmu Qur'an dan Tafsir, 1(7).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).