Hubungan antara Keterampilan Bermain Kartu Kata Bergambar dengan Kemampuan Kosa Kata pada Anak Usia Dini

Hubungan antara Keterampilan Bermain Kartu Kata Bergambar dengan Kemampuan Kosa Kata pada Anak Usia Dini

Authors

  • Evan Tripurnama Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.15575/japra.v2i2.9728

Keywords:

kartu kata bergambar, kemampuan anak, kosa kata

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas keterampilan bermain kartu kata bergambar, kosakata pada anak, dan hubungan antara keterampilan bermain kartu kata bergambar dengan kemampuan kosakata pada anak kelas A di RA Nurul Amal Kabupaten Bandung. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan bermain kartu kata bergambar dengan kemampuan kosakata pada anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik korelasi Product Moment. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi, dan pedoman lembar observasi. Hasil analisis data pada keterampilan bermain kartu kata bergambar berkategori cukup, ditunjukan oleh nilai rata-rata sebesar 2,83 termasuk kualifikasi berkembang sesuai harapan (BSH) karena berada pada interval 2,5–3,24. Realitas kemampuuan kosakata pada anak termasuk kategori cukup, diperoleh nilai rata-rata sebesar 2,82 termasuk kualifikasi berkembang sesuai harapan (BSH)  karena berada pada interval 2,5–3,24. Hubungan antara keterampilan kartu kata bergambar dengan kemampuan kosa kata anak, ditunjukan oleh harga koefisien korelasi sebesar 0,74. Nilai ini terletak pada interval 0,60- 0,79 yang berarti korelasi kuat. Selanjutnya hasil uji hipotesis diketahui bahwa thitung > ttabel (3,98 > 2,16). Dapat disimpulkan hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Artinya keterampilan bermain kartu kata bergambar dengan kemampuan kosakata pada anak memiliki hubungan yang signifikan.

References

Emzir. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan:Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Hainstock, Elizabeth G. 1999. Metode Pengajaran Montessori untuk Anak Prasekolah. Jakarta : Pustaka Delapratasa.

Idrus, Muhammad (2009). Metode Penelitian Ilmu Sosial. Yogyarkarta: Erlangga kecerdasan.Bandung: Alfabeta.

Kosasih ,N,.Sumarna D. (2013). Pembelajaran Quantum dan Optimalisasi.

Kuswandi, W. (2011). Upaya Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Melalui Penggunaan Media Kartu Huruf Bergambar Penelitian Tindakan Kelas di Kelompok A Raffathuridhlo Ci hideung Kota Tasikmalaya. Diakses Dari Http://Eljibirin.Wordpress.Com.Pada Tanggal 12 Agustus 2019, Jam 13.30 Wib. 2011.

Latuheru, John D. (1988). Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar-Mengajar Masa Kini. Jakarta: Depdikbud.

Lwin, May & Adam Khoo, dkk. 2008. Cara Mengembangkan Berbagai Komponen Kecerdasan. Yogyakarta : Indeks.

Musfiroh, T. (2005). Bermain Sambil Belajar dan Mengasah Kecerdasan. Jakarta: Depdiknas.

Mustafa Zainal. (2009). Mengurai Variabel hingga Instrumentasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Pamahdi. (2013). Panduan Belajar Membaca Jilid 2 Belajar Membaca dengan Benda-Benda di Sekitar Kita Untuk AnakUsia 3-8 Tahun. Jakarta: ErlanggaFor Kids.

S. Wojowasito. 1972. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bandung: Dharma Shinta.

Sukardi, 2004, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta: Bumi Aksara.

Suminah. E. (2015). Pedoman Penilaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.

Tarigan, H.G. (1993). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa Badudu.

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Butir 14, Pasal 39 Ayat 2

Published

2020-09-30
Loading...