Main Article Content

Abstract

This article aims to investigate how santri understood the concept of ‘uzlah in Pesantren and how they participated in ‘uzlah activities to enhance their mentality and spirituality.  ‘Uzlah is a form of self-isolation and an effort to detach from everything dealing with the world. Its purpose is to get closer to Allah. The research applied Al – Ghazali framework theory to describe and elaborate students’ uzlah practice. The type of the research was qualitative applying phenomenology approach. The data collection technique were observation and focus group discussion for students to investigate their understanding on ‘uzlah practice. The data analysis process applied flow models as the followings: data reduction, data display, and conclusion. The research found that the santri understood concept of ‘uzlah as the way to perform activity and a treatment that position themselves to live with the Sufi attitude without ignoring their role as a member of society. Through the activity of ‘uzlah, santri’s spirituality and mentality were built as a form of integrity between religious activity and their factual life pattern in the society.

Keywords

Mentality Spirituality Santri ‘Uzlah

Article Details

References

  1. Achlami. (2015). Tasawuf Sosial Dan Solusi Krisis Moral. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 8(1), 90–102. https://doi.org/10.24042/ijpmi.v8i1.864
  2. Alfan, M. (2011). Filsafat Etika Islam. Bandung: Pustaka Setia.
  3. Alim, M. (2011). Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  4. Amir, S. M. (2010). Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: Amzah.
  5. Arifin, Z., & Turmudi, Moh. (2019). Character of Education in Pesantren Perspective. Jurnal Pemikiran Keislaman, 30(2), 335–348. https://doi.org/10.33367/tribakti.v30i2.823
  6. Arroisi, J. (2018). Spiritual Healing dalam Tradisi Sufi, Tsaqafah, 14 (2), November, 323-348. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v14i2.2459
  7. Basri, H. H. (2015). Spiritualitas dan Pesantren Spiritual Dzikrussyifa Asma Berojomusti Lamongan. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 13(1), 96.
  8. Dimyati, M. (2000). Penelitian Kualitatif: Paradigma Epistemologi, Pendekatan, Metode dan Terapan. Malang: PPS Universitas Negeri Malang.
  9. Forum Kajian Ilmiah Angkatan 2014. (2014). Potret Ajaran Nabi Muhammad dalam Sikap Santun Akidah NU. Kediri: Mumtaz ’14.
  10. Haque, A., & Keshavarzi, H. (2014). Integrating Indigenous Healing Methods in Therapy: Muslim Beliefs and Practices. International Journalof Culture and Mental Health, 7(3), 297.
  11. Hasibuan Armyn. (2015). Transformasi ’Uzlah dalam Kehidupan Modern. Hikmah, 2(1), 92–103.
  12. Hawwa, S. (2006). Pendidikan Spiritual. Yogyakarta: Mitra Pustaka.
  13. Imam Ghazali. (2010). Intisari Ihya’ ’ Ulumuddin. Jakarta: Bintang Terang.
  14. Jalaluddin. (2000). Psikologi Agama (IV). Jakarta: PT. Raja Graffindo Persada.
  15. Komarudin, D. (2019). Konsep Tasawuf Modern dalam Pemikiran Nasarudin Umar. Syifa al-Qulub, 3 (1), Januari, 96-111. https://doi.org/10.15575/saq.v3i2.3535
  16. Lickona, T. (1991). Educating for character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility. New York, Toronto, London, Sydney, Aucland: Bantam books.
  17. Lubis, K., & dkk. (2018). Pembinaan Mental Spiritual Santri di Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Analitica Islamica, 7(2), 253.
  18. Mubarok, A. (2009). Meraih Bahagia dengan Tasawuf. Jakarta: PT Dian Rakyat.
  19. Muhaimin. (2002). Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  20. Muhyani. (2012). Pengaruh Pengasuhan Orang Tua dan Peran Guru di Sekolah Menurut Persepsi Murid Terhadap Kesadaran Religius dan Kesehatan Mental. Jakarta: Kementerian Agama RI.
  21. Mukhroy. (2009). Konsep Spiritual Quotient dan Implementasinya pada Pendidikan Islam,. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo.
  22. Muttaqin, A. (2014). From Occultism to Hybrid Sufism: The Transformation of An Islamic-Hybrid Spiritual Group In Contemporary Indonesia1. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 4(1), 81.
  23. Nazneen, B, et. al. (2015). Peranan Uzlah dalam Merawat Penyakit Rohani Muslim. Jurnal Pendidikan dan Inovasi, 2 (1), 30-43
  24. Rahmawati, U. (2016). Pengembangan Kecerdasan Spiritual Santri: Studi terhadap Kegiatan Keagamaan di Rumah TahfizQu Deresan Putri Yogyakarta. Jurnal Penelitian, 10(1), 97. https://doi.org/10.21043/jupe.v10i1.1332
  25. Retnanto, A. (2011). Sistem Pendidikan Islam Terpadu Model Pendidikan Berbasis Pengembangan Karakter dan Kepribadian Islam. Yogyakarta: STAIN Kudus dan Idea Pers.
  26. Salam, Abd. (2017). Penerapan Model Pendidikan Agama Islam Dengan Pendekatan Tasawuf di Pondok Pesantren Miftahul Huda Malang. Fitrah Jurnal Studi Pendidikan, 8(1), 111–128.
  27. Saliyo. (2018). Manfaat Perilaku Spiritual Sufi Pada Kesehatan Mental dan Well Being Seseorang. Jurnal Studia Insania, 6(1), 1–18. https://doi.org/10.18592/jsi.v6i1.2008
  28. Syarqowiy, A. A. (2012). Syarh al-Hikam Ibn ’Atho’illah Juz I. Jakarta: al-Haramain Jaya Indonesia.
  29. Shihab, Q. (2010). Membumikan al-Qur’an. Bandung: Cita Pustaka Mandiri.
  30. Sholihin, & Anwar, R. (2008). Ilmu Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia.
  31. Sugiyono. (2008). Metode penelitian pendidikan: (Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R & D). Bandung: Alfabeta.
  32. Supriadi, Y. (2017). Model Bimbingan Kesehatan Mental Untuk Para Santri Pondok Pesantren Syafi’iyah Cisambeng Majalengka. Oasis: Jurnal Ilmiah Kajian Islam, 1(2), 39–53. https://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/oasis/article/view/1028
  33. Suryadilaga, A.-F. (2008). Miftahus Sufi. Yogyakarta: Teras.
  34. Suteja, J. (2015). Peran Kyai dalam Pembinaan Mental Spiritual Santri Remaja di Pondok Pesantren Kota Cirebon. Jurnal Orasi, 6(1), https://doi.org/10.24235/orasi.v6i1.1406
  35. Suteja, S. (2017). Pendidikan Karakter Berbasis Tasawuf. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1). https://doi.org/10.24235/tarbawi.v1i1.1225
  36. Tumanggor, R. (2014). Ilmu Jiwa Agama the Psychology of Religion. Jakarta: Kencana Prenanamedia.
  37. Zaini, A. (2016). Pemikiran Tasawuf Imam Al-Ghazali. Esoterik: Jurnal Akhlak Dan Tasawuf, 2(1), 146.