Islamic Education Methods for Junior High School Students with Special Needs
DOI:
https://doi.org/10.15575/ath.v7i1.16671Keywords:
Islamic Education, Children with Intellectual Disability, Special Education SchoolAbstract
This study aimed to determine the method of Islamic education given to Islamic Religious Education (PAI) learning, supporting and inhibiting factors in the PAI learning process for mentally retarded children at the junior high school level at SLB ABC YPLAB Lembang. This study used a qualitative approach using descriptive analysis methods. The data collection used in this study were interviews, observation, and documentation. Based on the results of the study, it was found that the methods of Islamic education carried out in learning varied greatly such as expository methods, practical methods, recitation methods, and habituation methods which of course were also assisted by several media that supported the learning materials. The dominant Islamic education method of learning was in the form of repetition and habituation because of the condition of mentally retarded children who need special treatment. Several supporting factors, namely competent teachers and supportive parents. In addition, there were also inhibiting factors or obstacles experienced, such as minimal funds, the nature of mentally retarded children who easily forgeted and the condition of less stable children.
Â
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pendidikan Islam yang diberikan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran PAI bagi anak tunagrahita tingkat SMP di SLB ABC YPLAB Lembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa metode pendidikan Islam yang dilakukan pada pembelajaran sangat bervariasi seperti metode ekspositori, metode praktek, metode resitasi, dan metode pembiasaan yang tentunya dibantu juga dengan beberapa media yang menunjang materi pembelajaran tersebut. Metode pendidikan Islam yang dominan pada pembelajaran berupa pengulangan dan pembiasaan karena kondisi anak tuna grahita yang perlu ada perlakuan khusus. Beberapa faktor pendukung, yakni guru yang kompeten dan orangtua yang suportif. Selain itu ada juga faktor penghambat atau kendala yang dialami, seperti dana yang minim, sifat anak tunagrahita yang mudah lupa, dan kondisi anak yang kurang stabil.References
Abidin, A. M. (2019). Penerapan Pendidikan Karakter Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Melalui Metode Pembiasaan. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 12(2), 183–196. https://doi.org/10.30863/didaktika.v12i2.185
Ahyat, N. (2017). Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Edusiana: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 4(1), 24–31.
Basuni, M. (2012). Pembelajaran Bina Diri Pada Anak Tunagrahita Ringan. Jurnal Pendidikan Khusus, 9(1), 11. https://doi.org/10.21831/jpk.v9i1.6725
Cahyono, G., & Asdiqoh, S. (2020). Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Oase Pustaka.
Datul Ishmi. (2021). Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita di Masa Pandemi Covid-19. WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 6(1), 12–23. https://doi.org/10.51590/waraqat.v6i1.128
Halawa, E., & Chrismastianto, I. A. W. (2021). Penerapan Metode Resitasi untuk Meningkatkan Keterlibatan Aktif Siswa dalam Pencapaian Tujuan Pembelajaran Sejarah Kelas X-IPS. In Disertasi. Universitas Pelita Harapan.
Hasbiyallah, H., & Ihsan, M. N. (2019). Konsep Pengenalan Allah (Ma’rifatullah) Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam. Jurnal Perspektif, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.15575/jp.v3i1.37
Husna, F., Yunus, N. R., & Gunawan, A. (2019). Hak Mendapatkan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Dimensi Politik Hukum Pendidikan. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 6(2), 207–222. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v6i1.10454
Ismail, M. I. (2010). Kinerja dan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran. Majalah Ilmu Pembelajaran, 13(1), 44–63.
Khobir, A. (2017). Edukasia Islamika. Edukasia Islamika, 2(2), 172–190.
Kumalasari, I., & Sormin, D. (2019). Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Anak Tunagrahita di SLB C Muzdalifah Medan. TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Dan Keislaman, 5(1), 1–24.
Kurnia, R. (2017). Pengaruh Media Gambar terhadap Kemampuan Membaca Anak Usia 5-6 Tahun di TK Laboratorium FKIP Universitas Riau. Jurnal Educhild: Pendidikan Dan Sosial, 6(2), 91–99. https://doi.org/10.33578/jpsbe.v6i2.4486
Kurniah, N., Novrinda, & Yulidesni. (2017). Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan. Jurnal Ilmiah Potensia, 2(1), 39–46. https://doi.org/10.33369/jip.2.1.39-46
Maftuhin, M., & Fuad, A. J. (2018). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Berkebutuhan Khusus. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 3(1), 76–90. https://doi.org/10.33367/psi.v3i1.502
Puput, P., & Tjutju, S. (2018). Metode Vakt Untuk Pembelajaran Membaca Permulaan Anak Tunagrahita Ringan. Jurnal Jassi Anakku, 19(1), 25–31. https://doi.org/10.17509/jassi.v18i1.15390
Ramadhan, O. M., Hasbiyallah, H., & Supiana, S. (2021). Relaksasi Beban Kerja Guru PAI melalui Upaya Bimbingan Akhlak Siswa pada Masa Covid-19. DAYAH: Journal of Islamic Education, 4(2), 159–175. https://doi.org/10.22373/jie.v4i2.8457
Reksiana, R. (2018). Diskursus Terminologi Model, Pendekatan, Strategi, Dan Metode Pembelajaran PAI. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 15(2), 199–225. https://doi.org/10.14421/jpai.2018.152-08
Rohima, S. (2021). Peran Pendidikan Agama Islam dalam Era Industri 4.0. ITTIHAD, 4(1).
Saputra, V. H., & Febriyanto, E. (2019). Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Untuk Anak Tuna Grahita. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 15–23.
Sari, A., & Muliati, I. (2021). Strategi Pembelajaran PAI Bagi Anak Tunagrahita di SLB Negeri 1 Panti. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5, 7010–7015.
Savira, A. N., Fatmawati, R., Z., M. R., & S., M. E. (2018). Peningkatan Minat Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Ceramah Interaktif. Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M), 1(1), 43–56. https://doi.org/10.30762/factor_m.v1i1.963
Sugiharto. (2021). Asessmen Anak Berkebutuhan Khusus. BPPAUD Dan Diknas Kalbar. https://pauddikmaskalbar.kemdikbud.go.id/berita/asessmen-anak-berkebutuhan-khusus.html
Syahrowiyah, T. (2016). Pengaruh Metode Pembelajaran Praktik Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Studia Didaktika, 10(2), 1–18.
Widiastuti, N. L. G. K., & Winaya, I. M. A. (2019). Prinsip Khusus Dan Jenis Layanan Pendidikan Bagi Anak Tunagrahita. Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP), 9(2), 116–126. https://doi.org/10.36733/jsp.v9i2.392
Wiguna, I. M. A. (2018). Metode Resitasi Berbasis Tik Sebagai Upaya Penguatan Karakter Mahasiswa. Cetta Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 97–107. http://ejournal.jayapanguspress.org/index.php/cetta/article/view/39/35
Wirabumi, R. (2020). Metode Pembelajaran Ceramah. Annual Conference on Islamic Education and Thought, 1(1), 111.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).