Multicultural education in perspective Islamic educational science
DOI:
https://doi.org/10.15575/ath.v8i2.27799Keywords:
Educational, Islamic Education, MulticulturalAbstract
This research aims to examine multicultural education from the perspective of Islamic Education Science by identifying multicultural values in Islam and chlorinating challenges and obstacles in realizing multicultural education in the Islamic context. The research method used is qualitative with a library research approach. The results showed that multicultural education from an Islamic perspective is by integrating multicultural values into Islamic religious learning and the focus is on developing attitudes and behaviors that respect cultural, religious, and ethnic diversity and of course by involving the development of character, knowledge, and attitudes by Islamic teachings. The challenges and obstacles in realizing multicultural education in the Islamic context are the difficulty of building a strong perception and awareness of the importance of multicultural education in Islamic societies, the existence of several traditions and cultures in Islamic societies emphasizing homogeneity, and resisting change or outside influences. Finally, the development of curricula and teaching methods that conform to multicultural principles in the Islamic context requires profound adjustment.
Â
Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam tentang  pendidikan multikultural dari perspektif Ilmu Pendidikan Islam dengan mengidentifikasi nilai –nilai multicultural dalam Islam dan mengeklorasi tantangan dan hambatan dalam mewujudkan pendidikan multicultural dalam konteks Islam.  Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dalam  persfektif Islam yaitu dengan mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran agama Islam dan fokusnya adalah pada pengembangan sikap dan perilaku yang menghargai keragaman budaya, agama, dan etnis dan tentunya dengan melibatkan pengembangan karakter , pengetahuan, dan sikap yang sesuai dengan ajaran Islam. Adapun yang menjadi tantangan dan hambatan dalam mewujudkan pendidikan multicultural dalam kontek Islam adalah sulitnya membangun persepsi dan kesadaran yang kuat tentang pentingnya pendidikan multikultural dalam masyarakat Islam,adanya beberapa tradisi dan budaya dalam masyarakat Islam menekankan pada homogenitas dan menolak perubahan atau pengaruh luar. Dan terkahir pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip multikultural dalam konteks Islam memerlukan penyesuaian yang mendalam.
References
Ambarudin, R. I. (2016). Pendidikan Multikultural Untuk Membangun Bangsa Yang Nasionalis Religius. Jurnal Civics, Vol. 13 No.
Baharun, H., & Badriyah, F. N. (2020). Pendidikan Multikultural dalam Bingkai Islam Nusantara Perspektif KH. Said Aqil Siroj. Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman, 8(1), 37–51. https://doi.org/https://doi.org/10.52431/tafaqquh.v8i1.240
Banks, J. A. (1993). Multicultural Education: Historical Development, Dimensions and Practice. American Educational Research Association, 1993.
Djumin. (2021). Harmonious Multicultural Education Management in Ethnicity. Library Trace.
Driyarkara, D. (1980). Tentang Pendidikan. Yayasan Kanisius.
Fuad, I. (2009). Konsep Pendidikan Multikultural Dalam Islam. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Handayani, F., Ruswandi, U., Erihadiana, M., & Basari, M. H. (2020). Pendidikan Multikultural Dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam. MISYKAT: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Quran, Hadist, Syari’ah Dan Tarbiyah, 5(2), 67–80.
Hidayat, R. (2016). (2016). Ilmu Pendidikan Islam. LPPI.
Ibrahim, R. (2013). Pendidikan Multikurtural: Pengertian, Prinsip, dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam. Addin, 7(1), 129–154. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21043/addin.v7i1.573
Idris, Z. (1987). Dasar-Dasar Pendidikan. Angkasa Raya.
Imam Suprayogo. (2011). Pendidikan Agama Di Era Multikultural. UIN Maliki Press.
Indrapangastuti, D. (2014). Praktek dan Problematik Pendidikan Multikultural di SMK. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 2(1), 13–25. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2614
Lumbin, N. F., Yakob, R., Daud, N., Yusuf, R., Rianti, R., & Ardini, P. (2022). Permainan Tradisional Gorontalo Ponti dalam Menumbuhkan Nilai-nilai Karakter Anak Usia 5-6 tahun. 11(1), 52–59. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21831/jpa.v11i1.41219
Muhaemin. (2004). Paradigma Pendidikan Islam- Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. PT Remaja Rosdakarya.
Munandar, A. R. B. S. A., & Yumriani, Andi Fitriani, Y. K. (2022). Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan Dan Unsur-Unsur Pendidikan. Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 1–8.
Muzaki, I. A., & Tafsir, A. (2018). Pendidikan Multikultural dalam Perspektif Islamic Worldview. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 6(1).
Rohmaniah, S. (2018). Peran Agama dalam Masyarakat Multikultural. Ri’ayah: Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 3(1), 44–56.
Rustiawan, H. (2017). Pendidikan Multikultural dalam Sistem Pendidikan Islam. Saintifika Islamica: Jurnal Kajian Keislaman, 2(2), 83–94.
Sopiah. (2009). Pendidikan Multikultural Dalam Pendidikan Islam. Edukasia Islamika, 7(2).
Zamroni. (2011). Pendidikan Demokrasi pada Masyarakat Multikultural. Gavin Kalam Utama.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).