The concept of thinking and dzikir as an Islamic education process
DOI:
https://doi.org/10.15575/ath.v8i2.27906Keywords:
Dhikr, Islamic Education, ThoughtAbstract
Education is currently experiencing changes that are far from instilling religious values, so there is a need for a dhikr approach in educating students and not just focusing on thinking. The purpose of this research is to find out the potential between thinking and remembrance and its implications in Islamic education. This article uses a qualitative approach by taking books, journals, newspapers and others according to the title and material discussed. From these problems it can be concluded that by combining Islamic education from thinking and remembrance it will produce humans who are always strong from the outside and strong from within as well, strong from the outside, one of which is physically, emotionally, can make decisions correctly and is strong from within, namely his relationship with Allah Almighty being more harmonious in carrying out any activity cannot be separated from remembering Allah SWT.
Â
Pendidikan islam pada zaman ini telah mengalami penurunan nilai-nilai agama yang begitu jauh, siswa semakin kurang dari sisi spiritualnya, sehingga perlu dan harus adanya perubahan, salah satu pendekatannya dengan membersihkan hati kembali kepada Allah Swt. dengan cara berzikir membuka pikiran terhadap nilai-nilai agama. Tujuan penelitian ini diharapkan menjadikan siswa lebih dekat kepada Allah Swt. dan menjadi siswa yang berkualitas bukan kuantitas. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil dari buku, jurnal, koran dan lainnya yang sesuai dengan judul dan materi yang dibahas. Dari hasil penemuan berbagai litertatur bahwa berfikit dan dzikir memiliki kesinanbungan dalam memperbaiki jasmani dan rohani siswa yang nantinya akan memiliki rasa empati, berakhlak mulia, berkata dengan sopan santun. Simpulannya dalam hal ini bahwasanya dengan menggabungkan pendidikan Islam dari pikir dan zikir akan menghasilkan manusia yang senantiasa kuat dari luar dan kuat dari dalam pula, kuat dari luar salah satunya fisik, emosional, dapat mengambil keputusan dengan tepat dan kuat dari dalam yaitu hubungan siswa dengan Allah Swt. semakin harmonis dalam melakukan aktivitas apapun tidak lepas dari mengingat Allah Swt.
References
Asep, 2021, Konsep Berpikir dan Dzikir sebagai Proses Pendidikan Islam, BESTARI, Vol. 18, No. 1, 2021, p-ISSN 1907-1337; e-ISSN 2807-6532
Ibnu At-Thaillah al-Sakandari, Zikir Penentram Hati, Jakarta: Zaman, 2013
M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, Jakarta : Lentera Hati, 2012.
Al-Ghazali. (1998). The Niche of Light (Al-Miskat al-Anwar. Terjemah David Buchman Proco Utah: Brigham Young University Press, Hal. 6-7.
Al-Maragi, A. M. (1994). Tafsir Al-Maragi, terj. Anwar Rasyidi dan Al Humam. Semarang: : PT. Karya Toha Putra, Hal. 186.
Asep Kurnia, N. A. (2021). Konsep Berpikir dan Dzikir sebagai Proses Pendidikan Islam. Jurnal BESTARI Vol. 18, No. 1. p-ISSN 1907-1337; e-ISSN 2807-6532., Hal. 45.
Elfiki, I. (2013). “Quwwat al-Tafkir†oleh penerjemah Khalifurrahman Fath & M. Taufik Damas, Terapi Berpikir Positif. Jakarta: Zaman, Hal. 3.
Fathoni, A. (2020). Dzikir dan Fikir. Nusa Tenggara Barat: Forum Pemuda Aswaja, Hal. 98.
Khakim, S. Y. (2019). Konsep Dzikir Menurut Amin Syukur dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam. Jurnal Lisan Al-Hal, Vol. 13, No. 1, Juni, 116.
Kurnia, A., AHMAD EQ, N., & Suhartini, A. Konsep Berpikir dan Dzikir sebagai Proses Pendidikan Islam. Bestari| Jurnal Studi Pendidikan Islam, 18, 43-54.
Mohd Rozali, S. &. (2013). A Pilot Study of the Effect of Zikir on the Performance Psychology Using Heart Rate Variability (HRV). 4th International Graduate Conference on Engineering, Science & Huminities (IGCESH ),. http://umpir.ump.edu.my/3548/%5Cnhttp://umpir.ump.edu.my/3548/1/igcesh2013-paper_(406).pdf.
Nashori, M. K. (2022). Efektivitas Terapi Zikir Istighfar untuk Mengurangi Gejala Gangguan Stres Pascatrauma Pada Istri Korban Kekerasan Dalam RUmah Tangga. Jurnal Psikologi Vol. 5 No. 2, Februari 2022, Hal. 86.
Quthb, S. (1992). Tafsir fi Zhilalil-Qur’an, terj. As‟ad Yasin dan Abdul Aziz Salim Basyarahil. Depok: Gema Insani, Hal. 298.
Quthb, S. (1992). Tafsir fi Zhilalil-Qur’an, terj. As‟ad Yasin dan Abdul Aziz Salim Basyarahil. Depok: Gema Insani, Hal. 299.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).