MANIFESTASI BUDAYA PATRIARKI TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL AHLAMUN-NISA ’I AL-HARIM HIKAYATUN THUFULATUN FIL-HARIMI KARYA FATIMA MERNISSI (Kajian Sastra Feminis)

Authors

  • Amalia Salsabila Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Siti Muslikah UIN Sunan Gunung Djati, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/hijai.v9i1.9295

Abstract

ABSTRAK

Novel menjadi sebuah media bagi pengarangnya dalam mengungkapkan apa yang dirasakan atau dialami olehnya. Seperti yang dilakukan oleh Fatima Mernissi, seorang sosiolog yang terlahir dari keluarga yang menganut sistem harem, dimana perempuan tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan dan tak memiliki kuasa untuk keluar rumah bahkan hanya sekedar untuk berbelanja bahan masakan. Perempuan sering kali menjadi perbincangan yang menarik, hal ini disebabkan oleh kontruksi budaya yang menganggap perempuan sebagai makhlik yang lemah, emosional dan tidak penting dari laki-laki. Budaya ini di sebut juga dengan budaya patrarki, budaya yang menempatkan laki-laki pada posisi lebih tinggi dari perempuan. Akibat dari budaya ini membuat perempuan merasa terkekang, adapun gerakan yang membela atas posisi perempuan yang dis ebut dengan feminisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk budaya patriarki terhadap perempuan yang terdapat dalam novel Ahlamun-Nisa>’i Al-Harim HikayatunTthufulatun fil-harimi karya Fatima mernissi dan juga struktur intrinstik novel seperti karakter, alur, latar dan tema.

Kata Kunci: Budaya Patriarki; Feminisme; Representasi Perempuan; Novel Ahlamun-Nisa'i Al-Harim; Fatima Mernissi.

References

Bastari, G. R. (2018). Budaya Patriarki dan Lokalisasi Norma Pemberantasan perdagangan Manusia di Indonesia. jurnal Politik Internasional , 52-69.

Bhakti, W. P. (2018). Dari Feminisme Konvensional ke Feminisme Islam dalam Karya Sastra: Pendekatan Sosiologi Sastra Terhadap Novel di Indonesia. MUWAZAH, 35-46.

El Saadawi, N. (2011). Perempuan Dalam Budaya Patriarki. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Faruk. (2017). Pengantar Sosiologi Sastra dari Strukturalisme Genetik sampai Post-Modernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kusumawati, A. A. (2013). Feminis Islam dalam Novel Abidah El Khalieqy. Thaqafiyyat.

Mardiansyah, M. (2018). Hemeneutika Feminisme Reformasi Gender Dalam Islam. Jakarta: Bitread Publishing.

Maroko, S. (2010, Februari 01). Sejarah Singkat Maroko. Retrieved from Sahabat Maroko: https://www.sahabatmaroko.com/read/2010/02/01/112/Sejarah-Singkat-Maroko-

Mernissi, F. (1975). Beyond The Veil, Male-Female Dynamics In Modern Muslim Society. Surabaya: Alfikr.

Moeri, M. N., Fasisaka, I., & Resen, P. T. (2015). Implementasi Protokol dalam Menanggulangi Permasalahan Tenaga Kerja Wanita Indonesia Yang menjadi Korban Human Trafficking.

Munthe, J. M. (2015). Representasi Ideologi Patriarki Balam Novel Kekuntum Ruh dalam Merah Karya Naning Pranoto.

Oktania, D. I. (2015). Analisis Novel Impian Perempuan-Perempuan Harem Karya Fatima Mernissi: Kajian Sosiologi sastra.

Qomariyah, U. (2011). Citra Perempuan Kuasa dalam Perspektif Kritik Sastra Feminis Novel Perempuan Berkalung Sorban Karya Aabidah El-Khalieqy . Lingua.

Remiswal. (2013). Menggugah Partisipasi Gender Di Lingkungan Komunitas Lokal. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugihastuti, & Suharto. (2016). Kritik Sastra Feminis; Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suwastini, N. K. (2013). Perkembangan Feminisme Barat Dari Abad Kedelapan belas Hingga Postfeminisme: sebuah tinjauan teoritis. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 198-208.

Tong, R. P. (1998). Feminist Thought . Yogyakarta: Jalasutra.

Wiyatmi. (2012). Kritik Karya Feminis; Teori dan Aplikasinya dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

مرنيسي, ف. (1997). أحلام النساء الحريم؛ حكاية طفولة في الحريم. دمشق: ورد للطباعة والنشر والتوزيع.

Published

2026-06-30

How to Cite

Salsabila, A., & Siti Muslikah. (2026). MANIFESTASI BUDAYA PATRIARKI TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL AHLAMUN-NISA ’I AL-HARIM HIKAYATUN THUFULATUN FIL-HARIMI KARYA FATIMA MERNISSI (Kajian Sastra Feminis). Hijai - Journal on Arabic Language and Literature, 9(1), 106–127. https://doi.org/10.15575/hijai.v9i1.9295

Citation Check