Dinasti Politik di Banten: Familisme, Strategi Politik dan Rendahnya Partisipasi Politik Masyarakat

Mhd Alfahjri Sukri

Abstract


Tertangkapnya Ratu Atut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata tidak menghancurkan dinasti politik keluarga Atut di Banten. Keluarga Atut justru berhasil menang dalam pemilihan kepala daerah tahun 2015 di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang Selatan dan pemilihan gubernur Banten tahun 2017. Artikel ini menganalisis penyebab bertahannya dinasti politik keluarga Atut di Banten dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperlukan dikumpulkan melalui penelitian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan keluarga Atut dalam mempertahankan dinasti politik di Banten tidak hanya karena bentuk dan akar dinasti politik yang kuat, tetapi juga karena strategi politik yang dijalankan oleh keluarga Atut. Dinasti politik keluarga Atut berbentuk Octopussy Dynasty dengan pemanfaatan jaringan kuasa yang telah dibangun oleh Tubagus Chasan Sochib, ayah Atut. Penerapan strategi politik yang baik oleh keluarga Atut juga menjadi penyebab bertahannya dinasti politik ini. Selain itu, bertahannya dinasti keluarga Atut di Banten ada kaitannya dengan rendahnya partisipasi politik masyarakat di Banten pada pilkada tahun 2015 dan 2017 di yang berada di bawah 65 persen.

Ratu Atut, the governor of Banten province, was arrested by the Corruption Eradication Commission (KPK) in 2013. This arrest, however, did not destroy the political dynasty of Atut’s family in Banten. The Ratu Atut family successfully won the 2015 sub-regional elections in Serang Regency, Pandeglang Regency, South Tangerang City, and the 2017 governor election in Banten. This study aims to analyze the causes of the survival of Atut’s family political dynasty in Banten which enabled the Atut family to preserve and extend their power. Using a qualitative approach, this study collected the required data through library research. The findings show that the success of the Atut family in maintaining its political dynasty in Banten resulted not only from its strong social-cultural background of the family in Banten but also from the political strategy carried out by the Atut family. Atut's family political dynasty took an Octopuccy Dynasty model by utilizing the power network that had been built by Tubagus Chasan Sochib, Atut’s father. Besides, the low public political participation in the 2015 regional elections significantly contributed to the survival of the political dynasty of Atut’s family in Banten.


Keywords


Dinasti politik, familisme, strategi politik, partisipasi politik, Banten

Full Text:

PDF

References


Djati, Wasisto Raharjo. 2013. “Revivalisme Kekuatan Familisme dalam Demokrasi : Dinasti Politik di Aras Lokal.” Sosiologi Masyarakat 18:203–131.

Firdausi, Indrianti Azhar and Ahmad Sururi. 2019. “Kegagalan Komunikasi Politik Dinasti dalam Pemilukada Kota Serang 2018.” Warta ISKI 2(01):54–60.

Handoyo. 2018. “Politik Dinasti dan Krisis Lingkungan: Praktik Kekuasaan di Provinsi Banten, Indonesia.” Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan 15(2):107–128.

Huntington, Samuel dan Joan Nelson. 1990. Partisipasi Politik di Negara Berkembang. Jakarta: Rineka Cipta.

Harjanto, Nico. 2011. “Politik Kekerabatan dan Institusionalisasi Partai Politik di Indonesia.” Analisis CSIS 40(2):138–159.

IBAN. 2017. "Analisis Awal Kemenangan Wahidin-Andika Hasil Quick Count." Diakses pada 20 Februari 2020 (https://www.inilahbanten.co.id/detail/analisis-awal-kemenangan-wahidin-andika-hasil-quick-count/)

Ihsanuddin. 2013. "Ratu Atut Tersangka, Awal Runtuhnya Dinasti Politik Banten." Diakses pada 10 Desember 2019 (https://nasional.kompas.com/Ratu Atut Tersangka Awal Runtuhnya Dinasti Politik Banten)

Irawan, Ade, Bambang Wisudo, Ginanjar Hambali, dan Fuaduddin Bagas. 2016. Dinasti Banten Keruntuhan Dan Kebangkitan Kembali. Malang: Instan Publising.

Jandan. 2015. “Pilkada Pandeglang 2015, Kenapa Irna Pilih Tanto.” Diakses pada 10 Februari 2020 (http://www.detakbanten.com/pandeglang/6571-pilkada-pandeglang-2015-kenapa-irna-pilih-tanto).

Mashuri, MA. 2014. “Partisipasi Masyarakat Sebagai Upaya Pembangunan Demokrasi.” Jurnal Kewirausahaan 13(2):178–186.

Maulidina, Syifa and Sonny. 2017. “Analisis Strategi Kontra Isu: Studi Kasus Tim Media Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dalam Pilkada Kota Tangerang Selatan Tahun 2015.” Jurnal Renaissance 2(1).

Migdal, Joel. 1988. Strong Societies and Weak States: State Society Relations and State Capabilities in The third World. New Jersey: Priceton University Press.

Nugroho, Kukuh Bimo. 2016. "Politik Dinasti Ada di 61 Kepala Daerah." Diakses 15 Desember 2019 (https://tirto.id/politik-dinasti-ada-di-61-kepala-daerah-bklD).

"PDIP: Dinasti Ratu Atut di Banten Mulai Runtuh." Diakses pada 15 Desember 2020 dari (https://news.detik.com/berita/d-2444228/pdip-dinasti-ratu-atut-di-banten-mulai-runtuh)

P2D. 2011. “Dinasti H.Tb. Chasan Sochib: Sang Gubernur Jenderal dari Banten.” Konstelasi, April 2011, hal. 5–7.

Petrik, Matanasari. 2016. "Politik Dinasti, Duri Menuju Daulat Demokrasi." Diakses 15 Desember 2019 (https://tirto.id/politik-dinasti-duri-menuju-daulat-demokrasi-bjqP)

Rifai, Bahtiar. 2019. "Eks Bupati Serang Cerita Asal-Usul Pembagian Jatah Cawabup Nyalon." Diakses 15 Maret 2020 (https://news.detik.com/berita/d-4754685/eks-bupati-serang-cerita-asal-usul-pembagian-jatah-cawabup-nyalon).

Ritchie, Jane dan Jane Lewis (ed). 2003. Qulitative Research Practice: A Guide for Social Science Students and Researches. London: Sage Publication.

Setiawan, Dedi Eka. "Strategi Marketing Komunikasi Politik Pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy pada Pemenangan Pilkada Provinsi Banten 2017." BS thesis. Fakultas Ilmu dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sidel, John T. 1999. Capital, Coercion, and Crime: Bossism in the Philippines. Stanford: Stanford University.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutisna, Agus. 2017. “Gejaka Proliferasi Dinasti Politik di Banten Era Kepemimpinan Gubernur Ratu Atut Chosiyah.” Indonesia Political Science Review 2(2):100–120.

Taher, Andrian Pratama. 2019. "Megakorupsi Tubagus Chaeri Wardana dan Jejak Kekayaan Dinasti Atut." Diakses pada 18 Desember 2019 (https://tirto.id/megakorupsi-tubagus-chaeri-wardana-dan-jejak-kekayaan-dinasti-atut-ejvC)

Taher, Andrian Pratama. 2020. "Dinasti Politik Era Jokowi Menguat: Apa Bahayanya Bagi Demokrasi?." Diakses pada 5 Maret 2020 (https://tirto.id/dinasti-politik-era-jokowi-menguat-apa-bahayanya-bagi-demokrasi-ezZ4).

Wahid, Ahmad Bil. 2017. "Unggul di Survei Indo Barometer, Rano Karno: Kami Fokus Urus Bencana." Diakses pada 20 Maret 2020 (https://news.detik.com/berita/d-3419300/unggul-di-survei-indo-barometer-rano-karno-kami-fokus-urus-bencana)




DOI: https://doi.org/10.15575/jispo.v10i2.8316

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Mhd Alfahjri Sukri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

________________________________________________________________________

P - ISSN : 2303-3169

E - ISSN : 2579-3098


JISPO is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.>

 

Published by : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Flag Counter

 

View My Stats