Studi Keadaan Oksidasi Besi pada Air Hujan
DOI:
https://doi.org/10.15575/ak.v6i1.4685Keywords:
Inorganic ChemistryAbstract
Air hujan merupakan sumber air permukaan dan air tanah. Air hujan terbentuk melalui beberapa proses yakni kondensasi, presipitasi, evaporasi, dan transpirasi. Air hujan memiliki kandungan besi dalam bentuk partikulat dan terlarutnya seperti ferro (Fe2+) dan ferri (Fe3+). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan kandungan Fe total, Fe(II) dan Fe(III) dalam air hujan serta perbandingannya dengan air hujan dari tiga tempat yang berbeda dan untuk mempelajari kandungan air hujan yang dapat mereduksi Fe(III). Fe total dianalisis dengan menggunakan instrumen Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Ion Fe(II) dan Fe(III) dianalisis dengan instrumen Spektrofotometer UV-Vis menggunakan ligan Fenantrolin dan KSCN sehingga membentuk senyawa kompleks [Fe(C12H8N2)3]2+ dan [Fe(SCN)6]3-. Derajat keasaman air hujan dianalisis menggunakan pH meter sedangkan keadaan oksidasi besi pada air hujan dianalisis menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan pelarutan aqua dm dan air hujan yang turun di kawasan industri, pegunungan dan pemukiman. Hasil analisis menunjukkan kandungan Fe total, Fe(II) serta Fe(III) dalam air hujan yang turun sekitar industri, pegunungan dan pemukiman secara berturut-turut yaitu Fe total 0,5655; 1,6854; dan 2,4232 ppm, Fe(II) 0,0867; 0,2232 dan 0,0731 ppm, dan Fe(III) 0,5198; 0,4994 dan 0,5672 ppm. Dari perbandingan geseran panjang gelombang maksimum sinar tampak larutan FeSO4.7H2O teknis dan pro analisis dengan pengompleks fenantrolin diperoleh bahwa air hujan memiliki daya reduksi terhadap ion Fe3+.
References
Tukidi, Karakter Curah Hujan di Indonesia. Unnes, 2010.
B.C. Mathelumual, "Potensi Terjadinya Hujan Asam di Kota Bandung", Lingkungan dan Bencana Geologi, vol. 1, pp. 59-70, 2009.
K. Takeda dan S. Sosrodarsono, Hidrologi untuk Pengairan. Jakarta: PT Pradnya Paramita, 2003.
N. Bouchard, K. Harmon, H. Markham, dan S. Vandefifer, "Effect of Various Types of Water on the Growth of Radishes (Raphanus sativus)," 2007.
Hefni Effendi, Telaah Kualitas Air. Yogyakarta: Kanisius, 2003.
J.D. willey dan R.J. Kieber, "The Role of Fossil Combustion on The Stability of Dissolved Iron in Rainwater," Atmospheric Environment, vol. 107, pp. 187-193, 2015.
G.R. Rout dan S. Sahoo, "Role of Iron in Plant Growth and Metabolism," Agricultural Science, vol. 3, pp. 1-24, 2015.
J.D. Willey, K.M. Mullaugh, R.J. Kieber, G.B.A. Jr, dan R.N. Mead, "Controls on the Redox Potential of Rainwater," Environmental Science and Technology, vol. 45, pp. 13103-13111, 2012.
R.J Kieber, B. Peake, J.D Willey, dan B. Jacob, "Iron Specation and Hydrogen Peroxide Concentrations in New Zealand Rainwater," Atmospheric Invorenment, 2001.
A.I.A.B. Sreea, A.A.A.A. Yassen, dan A.A. El Kazzaz, "Effect of Iron(II) Sulfate and Potassium Humate on Growth and Chemical Composition of Coriandum sativum L," Agricultural Research, vol. 04, pp. 136-145, 2017.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).