PERAN DUKUN KAMPUNG DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MELAYU BELITUNG

Asep Dadan Wildan, Irwandi Irwandi

Abstract


In the structure of the Belitung community, dukun kampung is an informal leader in each village. Dukun kampung has a very important role in people's lives. A dukun kampung is believed to have the ability to treat people suffering from ill health both medically and non medically. In addition, they also have the ability to become a mediator of the natural and supernatural world therefore for the people of Belitung a dukun kampung has the role as guardian of the village area from various kinds of disturbances both invisible creatures and supernatural beings. In everyday life, the role of the village herbalist exceeds the role of a village head. Every activity that will be done by the community always follows the ordinance set by the dukun kampung.

Full Text:

PDF

References


Achroni, D. (2008). Upacara Adat Nusantara. Surakarta: Suara Media Sejahtera.

Abdillah, A.U. (2006). Dukun Hitam, Dukun Putih. Klaten: Wafa Press

Arikunto, S. (2007). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Belitung. (2009). Laporan Akhir: Inventarisasi Potensi Kawasan Hutan Produksi. Tanjungpandan: Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Belitung.

Dove, M.R. (2006). Indigenous People and Environmental Politics. Ann. Rev. Anthropol., 35, p. 191-208.

Hakim, L. (2010). Peran Dukun Kampong dalam Menanankan Nilai Etik pada Masyarakat Melayu Belitong Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Skripsi), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Noviansyah, Mathur. (2009). Peran Dukung Kampong dan Batas Perdukunan Dalam Pemanfaatan Ruang di Desa Kelubi Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Tesis), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Nurdin, A. (2012). Komunikasi Magis Dukun (Studi Fenomenologi Tentang Kompetensi Komunikasi Dukun). Jurnal Komunikasi, Vol. 1 (5), Hlm. 383-402.

Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 15 Tahun 2000 tentang Pemberdayaan, Pelestarian, dan Pengembangan Adat Istiadat dan Lembaga Adat.

Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 8 Tahun 2010 tentang Kelembagaan Adat Melayu.

Sianipar. (1989). Dukun, Mantra dan Kepercayaan Masyarakat. Jakarta: Pustakakarya Grafikatama.

Siburian, R. (2014). Kearifan Lokal Versus Kelestarian Mangrove: Upaya Menjaga Kawasan Pesisir Kabupaten Belitung dari Kerusakan. Jurnal Masyarakat & Budaya, Vol. 16 (1), Hlm. 81-112.

Siburian, R. (2016). Konservasi Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat. Jakarta: Buku Obor.

Sulaiman, A. (2016). Dukun Kampong Kajian Kapital Sosial dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah di Belitung. Proceeding Seminar Nasional II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unversitas Andalas Penguatan Ilmu Sosial dan Humaniora Untuk Perbaikan Karakter Bangsa Indonesia, Padang 28–29 September 2016 hlm. 556–566.

Syuhudi, M.I., dkk. (2013). Etnografi Dukun: Studi Antropologi Tentang Praktik Pengobatan Dukun di Kota Makassar. Makasar: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar.




DOI: https://doi.org/10.15575/jk.v1i1.3764

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Asep Dadan Wildan, Irwandi Irwandi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

________________________________________________________________________

E - ISSN : 2622-6103


KELOLA is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.>

 

Published by : PUSAT KAJIAN Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Flag Counter

 


View My Stats